Posted on

Hanya kata-kata

Genderang perang bertalu kawan, tapi kamu pergi.
Aku saja diam, melihat kawan dan lawanku berjabat tangan.
Bayangan awan mengurangi setiap letihku.
Aku berbaiat dalam nafas yang dingin.
Aku melantunkan syair neraka itu.

Sekali kali terjerembab.
Mataku tanpa hitamnya.
Aku terjatuh dan terseok-seok oleh kawanan wanita ini.

Aku memang pemenang dalam perang ini.
Tapi kawanku berjabat tangan dengan lawanku.
Aku adalah pemenang yang terabaikan.

Yang menghapus luka sendiri.
Dan merayakan pencapaian sendiri.

Apapun yang kumenangkan tak membuatku bahagia.
Seonggok daging yang tidak layak di sebut manusia ini.
Tapi aku menyebutnya keindahan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s