Posted on

My Day

Pampararapam. . .

Akhirnya inget juga password blog ini, hmm, gue mau share ttg hari gue yg kayak jenggot jenglot, panjang bgt.

Kisahnya di mulai saat pagi, jempol tangan kiri gue sakit bgt gara2 gak sengaja kepukul palu waktu memperbaiki bangku yg jeplos gara2 d duduk.in sama tmen2 gue yg kayak ketek badak itu.
Sampe sekarang masih terasa sakitnya, tp lebih sakit hati gue. *lebee, lupakan*

jadi bingung mau crita apa, tapi tadi pagi, gue benar-benar ngerasa.in susahnya dunia tanpa mesin cuci. Sprei, selimut, sarung, baju, celana, dan segala hal yg gak patut gue tulis di sini, gue cuci semuanya. Tangan gue kram, bibir pecah2, susah buang air besar *gak segitunya*

akhirnya gue dapat waktu istirahat, gue capek, hari minggu seharusnya gue lewati dgn istirahat, atau piknik di bawah pohon yg rindang, tp kenyataan tak sejalan.

Tumpukan baju kotor seakan memanggilku.

*mengumpat dalam hati*

siang hari, akhirnya gue bisa tidur. Tapi kakak gue ganggu terus, dia selalu banggain status fbnya banyak di like sama temen2nya. Apa banget dah. .

Gue intip statusnya, “GUE SEDIH LIAT ORANG PUTUS CINTA, TAPI GUE LEBIH SEDIH LIAT ORANG PACARAN”

sebenarnya sih, kakak gue gak jomblo, tp dia lagi LDR, bisa bayangin kan?
*tepuk tangan*

penderitaan gue belum berakhir sampai di situ, nyokap ngeluh asam uratnya kambuh, gue d paksa beli obat di apotek. Lalu petir menyambar, hujan deras. Sempat gue mengurungkan niat gue buat pergi. Tapi ngeliat nyokap meringis kesakitan gitu gue jadi gak tega. .

Akhirnya gue jalan kaki ke apotek, telanjang kaki pula. Gue gak mau badan gue basah, gue lagi sakit asma sebenarnya.
*emang ada hubungannya?*

gue berjalan sekitar 3 kilometer, eng ing eng. . .apoteknya tutup, gue sabar. .
Lalu gue nyari apotek yg lain, ada yg buka, tapi stok obat itu habis. Gue jadi gelisah. .

Berjalan lagi, 2 kilometer. Akhirnya ketemu juga.
well, it’s not just simple like that *ceilah*

sebelum gue nyodorin catatan resep, si penjaga apotek itu bilang gini, “Lintune mawon mas”
apa2an ini2? gue di sangka tukang minta2??

sekarang gue yakin, muka gue emang gak setampan Cristian Sugiono, tapi ini pelecehan besar you know??

oke lah, akhirnya dengan sedikit perdebatan panjang, akhirnya penjaga apotek itu mengakui kalau gue warga terhormat anti peminta minta

Gue pulang. .
jalan kaki (lagi)

Di rumah, kaki seakan kram, muka blepotan kena lumpur, eh maaf, emang dari sononya udah blepotan. Demi nyokap lah, ujar gue dalam hati.

Masuk kamar, ketemu kasur, rasanya kayak ketemu kekasih gue yang nun jauh di sana. gue tubruk dan. . .

GUBRAKKKKKKK
gue lupa kalau dipan hue lagi reot minta adek, alhasil gue di marahi nyokap dan di suruh mberesin kamar gue. .
*meninggal*

Semua sudah selesai. . . Gue bebas sekarang, kamar sudah beres, gue udah mandi, dan kali ini gue pakai sabun, yieeeeeeeeeee
lalu terdengar suara. .

“Dim, ibuk buatin nasi goreng ya?”

*ngesot menuju dapur*

“Bawang merah, bawang putih, merica, cabe, garam, yapp, semua bumbunya. Tolong nyampur sendiri ya? gue lagi gag pengin megang uleg2. .” celoteh gue dalam hati

Merasa tidak dianggap oleh mereka, akhirnya dengan berat badan, eh . .berat hati, gue masak, yapp, jadi juga, walau sedikit gosong, gak papa lah. .

Nyokap udah makan, dan inilah saat-saat yang di tunggu-tunggu, gue boleh tidur, tidur dan tidur. .
entah besok kehidupan bisa lebih adil apa enggak, tetap semngat ajalah.

Salam bedebah. .

Iklan

One response to “My Day

  1. bahasamu keren mas, tapi jan alayyyyyy heeeehehehehehehe šŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s